Seringkali orang beranggapan bahwa filsafat merupakan suatu ilmu yang
sangat tinggi, bahwa apabila ada orang berbicara ada kata “Filsafat” pasti
lawan biicara langsung menaggapi bahwa “Bahasa tingkat tinggi”. Banyak orang
juga yang akan mengatakan bahwa dirinya tidak dapat atau tidak mampu
berfilsafat. Kita seringkali tidak menyadari bahwa dalam kehidupan kita, kita
selalu berfilsat. Dalam Wikipedia (2012), Filsafat
adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara
kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami
dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan
mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan
argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses
itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak
diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
Apabila mencermati pengertian
filsafat di atas, kita akan menemukan bahwa ternyata filsafat itu sangat
berkaitan erat dengan kehidupan. Segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan
dapat kita jadikan sebagai filsafat. Contoh sederhana yang sesungguhnya itu
filsafat dalam hidup kita tapi sering kali banyak orang tidak menyadarinya
adalah pilihan. Hidup tidak akan pernah akan lepas dari sebuah, meskipun
pilihan yang sederhana maupun pilihan yang sangat kompleks, pilihan yang mudah
juga pilihan yang sulit. Bagi saya pilihan itu sulit namun mudah. Bagaiman bisa
pilihan itu sulit namun mudah? Misalnya saja untuk meilih menu makan. Bagi sebagian
besar, untuk memilih menu makanan itu mungkin mudah, namun bagi saya itu sulit.
Bagaimana bisa itu terjadi? Saat saya akan makan, menu yang tersedia makanan
adalah makanan yang pedas dan masakan yang bersantan, sedangkan saya tidak
boleh makan makanan pedas karena saya mempunyai gangguan pada lambung, jadi
pilihannya masakan bersantan. Namun saya tidak suka masakan bersantan. Nah disini,
tampak bahwa saya mempunyai permasalan yang harus dicari penyelsaiannya dengan
logika dan mencari solusinya. Contoh pilihan di atas sederhana, simple dan nampak
sulit, namun itu mudah. Mengapa dikatakan mudah? Suatu permasalahan itu timbul
apabila ada perbedaan antara keinginan dan kenyataan. Keinginan saya di atas
adalah tidak makan masakn bersantan karena saya tidak suka, kenyaatan yang ada
saya hanya punya pilihan makan maskan bersantan, dan tidak mungkin makan makanan
pedas karena saya ada gangguan dengan lambung. Di sini kita dihadapkan dengan
pilihan kesehatan atau kkeinginan. Mudah bagi saya untuk melakukannya, apabila
saya meyakinkan dan memantapkan diri saya untuk mengambil keputusan. Namun keputusan
itu juga harus dapat dipertanggungjawabkannya.
Dari contoh permasalahan di atas
sesungguhny kita sedang berfilsafat. Jadi filsafat untuk tidak selalu hal-hhal
yang kompleks dan besar. Permasalahan kecil dan sederhana pun merupakan
filsafat. Filsafat bukan hanya untuk orang besar atau pun yang mempunyai
kedudukan, bukan juga hany orang pintar, ilmuwan, para ahli, yang mempelajari atau
menggunakn filsafat.
Apabila kita memperhatika kehidupan
kita, dari hal-hal yang kita lakukan mulai dari bangun pagi hingga tertidur
lelap, sessungguhnya filsaftat itu ada. Namun seringkali kita tidak memperhatikan
itu, yang kita tahu hanya sebats melakukan dan menjalani kehidupan ini tapa
memaknai apa yang akan, sedang dan telah kita lakukan. Kita hanya mengingat
kejadian itu tanpa mengambil makna atau pembelajaran dari kehidupan itu. Yang kita
tahu hanya peristiwa itu baik atau buruk, menyenangkan atau menyedihkan. Bahkan
kita tidak pernah tahu atau mengingat apa yang telah kita lakukan.