Selasa, 25 September 2012

Filsafat Sederhana


Seringkali orang beranggapan bahwa filsafat merupakan suatu ilmu yang sangat tinggi, bahwa apabila ada orang berbicara ada kata “Filsafat” pasti lawan biicara langsung menaggapi bahwa “Bahasa tingkat tinggi”. Banyak orang juga yang akan mengatakan bahwa dirinya tidak dapat atau tidak mampu berfilsafat. Kita seringkali tidak menyadari bahwa dalam kehidupan kita, kita selalu berfilsat. Dalam Wikipedia (2012), Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
            Apabila mencermati pengertian filsafat di atas, kita akan menemukan bahwa ternyata filsafat itu sangat berkaitan erat dengan kehidupan. Segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan dapat kita jadikan sebagai filsafat. Contoh sederhana yang sesungguhnya itu filsafat dalam hidup kita tapi sering kali banyak orang tidak menyadarinya adalah pilihan. Hidup tidak akan pernah akan lepas dari sebuah, meskipun pilihan yang sederhana maupun pilihan yang sangat kompleks, pilihan yang mudah juga pilihan yang sulit. Bagi saya pilihan itu sulit namun mudah. Bagaiman bisa pilihan itu sulit namun mudah? Misalnya saja untuk meilih menu makan. Bagi sebagian besar, untuk memilih menu makanan itu mungkin mudah, namun bagi saya itu sulit. Bagaimana bisa itu terjadi? Saat saya akan makan, menu yang tersedia makanan adalah makanan yang pedas dan masakan yang bersantan, sedangkan saya tidak boleh makan makanan pedas karena saya mempunyai gangguan pada lambung, jadi pilihannya masakan bersantan. Namun saya tidak suka masakan bersantan. Nah disini, tampak bahwa saya mempunyai permasalan yang harus dicari penyelsaiannya dengan logika dan mencari solusinya. Contoh pilihan di atas sederhana, simple dan nampak sulit, namun itu mudah. Mengapa dikatakan mudah? Suatu permasalahan itu timbul apabila ada perbedaan antara keinginan dan kenyataan. Keinginan saya di atas adalah tidak makan masakn bersantan karena saya tidak suka, kenyaatan yang ada saya hanya punya pilihan makan maskan bersantan, dan tidak mungkin makan makanan pedas karena saya ada gangguan dengan lambung. Di sini kita dihadapkan dengan pilihan kesehatan atau kkeinginan. Mudah bagi saya untuk melakukannya, apabila saya meyakinkan dan memantapkan diri saya untuk mengambil keputusan. Namun keputusan itu juga harus dapat dipertanggungjawabkannya.
            Dari contoh permasalahan di atas sesungguhny kita sedang berfilsafat. Jadi filsafat untuk tidak selalu hal-hhal yang kompleks dan besar. Permasalahan kecil dan sederhana pun merupakan filsafat. Filsafat bukan hanya untuk orang besar atau pun yang mempunyai kedudukan, bukan juga hany orang pintar,  ilmuwan, para ahli, yang mempelajari atau menggunakn filsafat.
            Apabila kita memperhatika kehidupan kita, dari hal-hal yang kita lakukan mulai dari bangun pagi hingga tertidur lelap, sessungguhnya filsaftat itu ada. Namun seringkali kita tidak memperhatikan itu, yang kita tahu hanya sebats melakukan dan menjalani kehidupan ini tapa memaknai apa yang akan, sedang dan telah kita lakukan. Kita hanya mengingat kejadian itu tanpa mengambil makna atau pembelajaran dari kehidupan itu. Yang kita tahu hanya peristiwa itu baik atau buruk, menyenangkan atau menyedihkan. Bahkan kita tidak pernah tahu atau mengingat apa yang telah kita lakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar