Sabtu, 19 Januari 2013

Kenikmatan atau kebahagiaan kah?





Dalam kehidupan, kita tidak pernah lepas dari suatu pilihan dan perkara kehidupan. Pilihan yang sederhana maupun yang kompleks, perkara kecil maupun perkara besar semua pasti tidak akan pernah luput dari hidup kita. Hidup ini memang kejam apabila kita berpikir demikian, namun apabila berpikir bahwa hidup ini sangat ramah, maka kehidupan kita akan terasa harmonis dan selaras. Semua yang terjadi dalam dan pada kehidupan kita sangat  bergantung pada apa yang kita pikirkan. Apabila tidak merasa kehidupan ini sulit, susah, berat atau sangat tidak adil, maka kehidupan kita akan terasa sebagai beban, namun apabila berpikiran hidup ini indah, mudah, menyenangkan maka kehidupan ini akan terasa ringan. Kita sebagai manusia seringkali kurang bersyukur dengan apa yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Kita sering berpikir bahwa apa yang kita lakukan saat ini sia-sia atau tidak berguna bagi kita. Kita lebih sering berpikir saat ini daripada yang akan datang. Kita jarang berpikir bahwa apa yang kita lakukan saat  ini, nantinya akan bermanfaat bagi kehidupan kita yang akan datang. Berpikir saat ini dengan masa akan datang, terkadang sangat berbeda. Kita seringkali keliru membedakan antara kenikmatan dengan kebahagiaan. Kita lebih sering berpikiran pendek dan menganggap apa yang kita pilih dan lakukan adalah demi kebahagiaan kita, namun sebenarnya itu semua hanyalah kenikmatan yang bersifat sementara.
Sebagai contoh yang seringkali kita lakukan adalah memilih untuk menghindari permasalahan dalam kehidupan kita. Kita menganggap bahwa persoalan atau permasalahan yang kita hadapi telah selesai, mungkin saat itu kita merasa tidak ada beban atau tidak ada permasalahan atau persoalan lagi. Kita sudah malas untuk mencari penyelesaian dari permasalahan itu. Lalu kita menganggap bahwa dengan meninggalkan permasalan tanpa penyelesaian itu adalah suatu kebahagiaan kita, karena permasalahan itu sangat mengganggu kehidupan kita, namun sesungguhnya kita dalam situasi tersebut kita tidak bisa mendapatkan kebahagiaan karena pasti suatu saat permasalahan atau persoalan itu akan muncul kembali. Pilihan kita untuk menghindari suatu masalah bukanlah kebahagiaan namun hanyalah sebuah kenikmatan yang bersifat sementara.
Banyak orang yang berusaha untuk bisa mendapatkan jabatan yang tinggi. Kita sering beranggapan bahwa jabatan itu sangat berharga, sehingga tidak jarang yang melakukan berbagai cara untuk bisa mendapatkan suatu jabatan meskipun hharus melalui jalan singkat yang tidak baik. Seringkali kita tidak memikirkan bahwa cara atau jalan yang kita aambil itu salah. Kita lebih memikirkan bahwa jabatan yang tinggi itulah adalah tujuan bukan sarana. Padahal jabatan itu  hanyalah bersifat sementara, tidak akan berlangsung lama sepanjang hidup kita. Ironis seekali dalam kehidupan kita, kita lebih memikiran kenikmatan daripada kebahagiaan.
Pertanyaan:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar