Banyak sekali implementasi dari
pelajaran filsafat dalam pendidikan. Melihat dan memperhatikan pendidikan di
Indonesia dengan pendidikan di luar negeri maka akan ditemukan banyak sekali
perbedaan. Misalnya saja pendidikan di Australia. Di university of Melbourn
Australia, akan menjalin hubungan yang baik dengan sekolah-sekolah. Hubungan
yang terjalin ini dipergunakan sebagai kepentingan dan kegiatan pembelajaran
mahasiswa universitas tersebut. Seorang dosen akan berusaha membimbing
mahasiswa-mahasiswanya dalam perkuliahan di sekolah yang telah menjadi partner
dalam dunia pendidikan. Adanya hubungan yang baik dengan sekolah akan membantu
mahasiswa untuk dapat mempraktekkan langsung sebagai seorang guru. Di Australia
hubungan yang baik tidak hanyak dilakukan saat kuliah kerja nyata (KKN) dan
praktik pengalaman lapangan (PPL), namun dalam perkuliahan biasapun mahasiswa
dapat mempraktekannya di sekolah, misalnya praktek dalam pembelajaran IPA.
Mahasiswa dengan dibimbing oleh dosen dari kampusnya, dapat mempraktekan
percobaan yang diperolehnya dari perkuliahan di kampusnya kepada siswa siswi di
sekolah. Dalam praktek di sekolah, biasanya akan terdiri dari 5-6 orang dengan
1 dosen pembimbing. Sebelum pembelajarn dimulai, dosen dan mahasiswa harus
datang lebih awal daripada siswa, sebelum siswa datang mahasiswa beserta dosen
pembimbingnya akan mempersiapkan segala alat dan instrument yang akan digunakan
dalam pembelajaran, seperti alat peraga, RPP, LKS dan silabus.
Berbeda dengan pembelajaran di
Indonesia, di Australia setiap siswa wajib dan berhak memberi komentar untuk
gurunya dan menentukan materi ajar yang diingin diajarkan pada pertemuan
berikutnya, sehingga siswa juga menentukan kurikulum pembelajaran. Sistem
pendidikan di Australia juga menggunakan potofolio, sehingga setiap lembar
kerja siswa, ulangan ataupun latihan soal akan disusun pada masing-masing map
siswa, sehingga apabila orangtua ada yang menanyakan, guru akan mudah
menunjukkannya. Sekolah-sekolah di Indonesia dengan di Australia pun sangat
jauh berbeda, misalnya saja sekolah dasar di Australia seluruh ruang kelas akan
dilengkapi dengan buku dan referensi yang sekiranya dibutuhkan di kelas
sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan mudah dalam mencari sumber
referensi. Di setiap ruangan akan terpajang berbagai macam hiasan dan tempelan
hasil karya siswa, dengan begitu hasil karya siswa akan merasa dihargai, jadi
di Australia sekecil apapun hasil karya siswa sangat dihargai, sehingga siswa
senang untuk belajar dan berkreasi. Perpustakaan di Australia juga dilengkapi
dengan komputer yang dapat siswa gunakan sebagai pencariaan buku di dekatnya
telah diberi petunjuk penggunaan komputer. Perpustakaan di sekolah tidak hanya tersedia
rak-rak yang penuh buku yang membuat siswa enggan dan bosan untuk masuk, namun
perpustakaan juga dijadikan sebagai ruang belajar pelajaran dan jadwal
penggunaakan perpustakaan telah disusun sehingga tidak terjadi perebutan jadwal
dan siswa pun tidak merasa bosan dalam belajar. Seperti halnya dengan
ruangan-ruangan yang lain, ruang perpustakaan juga terpajang banyak tempelan,
selain hasil karya siswa, di perpustakaan juga tertempel banyak kata-kata dan
pesan-pesan atau peringatan-peringatan sebagai motivasi siswa untuk gemar
membaca. Buku-buku yang terdapat diperpustakaan juga bukan saja buku-buku biasa
namun juga terdapat buku-buku dengan pengarang-pengarang hebat di dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar