Sabtu, 19 Januari 2013

Sebagian Kecil Mengenai Pendidikan di Australia




Banyak sekali implementasi dari pelajaran filsafat dalam pendidikan. Melihat dan memperhatikan pendidikan di Indonesia dengan pendidikan di luar negeri maka akan ditemukan banyak sekali perbedaan. Misalnya saja pendidikan di Australia. Di university of Melbourn Australia, akan menjalin hubungan yang baik dengan sekolah-sekolah. Hubungan yang terjalin ini dipergunakan sebagai kepentingan dan kegiatan pembelajaran mahasiswa universitas tersebut. Seorang dosen akan berusaha membimbing mahasiswa-mahasiswanya dalam perkuliahan di sekolah yang telah menjadi partner dalam dunia pendidikan. Adanya hubungan yang baik dengan sekolah akan membantu mahasiswa untuk dapat mempraktekkan langsung sebagai seorang guru. Di Australia hubungan yang baik tidak hanyak dilakukan saat kuliah kerja nyata (KKN) dan praktik pengalaman lapangan (PPL), namun dalam perkuliahan biasapun mahasiswa dapat mempraktekannya di sekolah, misalnya praktek dalam pembelajaran IPA. Mahasiswa dengan dibimbing oleh dosen dari kampusnya, dapat mempraktekan percobaan yang diperolehnya dari perkuliahan di kampusnya kepada siswa siswi di sekolah. Dalam praktek di sekolah, biasanya akan terdiri dari 5-6 orang dengan 1 dosen pembimbing. Sebelum pembelajarn dimulai, dosen dan mahasiswa harus datang lebih awal daripada siswa, sebelum siswa datang mahasiswa beserta dosen pembimbingnya akan mempersiapkan segala alat dan instrument yang akan digunakan dalam pembelajaran, seperti alat peraga, RPP, LKS dan silabus.
Berbeda dengan pembelajaran di Indonesia, di Australia setiap siswa wajib dan berhak memberi komentar untuk gurunya dan menentukan materi ajar yang diingin diajarkan pada pertemuan berikutnya, sehingga siswa juga menentukan kurikulum pembelajaran. Sistem pendidikan di Australia juga menggunakan potofolio, sehingga setiap lembar kerja siswa, ulangan ataupun latihan soal akan disusun pada masing-masing map siswa, sehingga apabila orangtua ada yang menanyakan, guru akan mudah menunjukkannya. Sekolah-sekolah di Indonesia dengan di Australia pun sangat jauh berbeda, misalnya saja sekolah dasar di Australia seluruh ruang kelas akan dilengkapi dengan buku dan referensi yang sekiranya dibutuhkan di kelas sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan mudah dalam mencari sumber referensi. Di setiap ruangan akan terpajang berbagai macam hiasan dan tempelan hasil karya siswa, dengan begitu hasil karya siswa akan merasa dihargai, jadi di Australia sekecil apapun hasil karya siswa sangat dihargai, sehingga siswa senang untuk belajar dan berkreasi. Perpustakaan di Australia juga dilengkapi dengan komputer yang dapat siswa gunakan sebagai pencariaan buku di dekatnya telah diberi petunjuk penggunaan komputer. Perpustakaan di sekolah tidak hanya tersedia rak-rak yang penuh buku yang membuat siswa enggan dan bosan untuk masuk, namun perpustakaan juga dijadikan sebagai ruang belajar pelajaran dan jadwal penggunaakan perpustakaan telah disusun sehingga tidak terjadi perebutan jadwal dan siswa pun tidak merasa bosan dalam belajar. Seperti halnya dengan ruangan-ruangan yang lain, ruang perpustakaan juga terpajang banyak tempelan, selain hasil karya siswa, di perpustakaan juga tertempel banyak kata-kata dan pesan-pesan atau peringatan-peringatan sebagai motivasi siswa untuk gemar membaca. Buku-buku yang terdapat diperpustakaan juga bukan saja buku-buku biasa namun juga terdapat buku-buku dengan pengarang-pengarang hebat di dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar